Malaikat Juga Tahu...
Lirik Lagu Dewi Lestari - Malaikat Juga Tahu
Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati
Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati
Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri
Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya
Lirik Lagu Dewi Lestari - Malaikat Juga Tahu
----------------------------------------------------------------
aKankaH aKU yaNg jaDi juaraNya??


3 comments:
Kata malaikatnya, emang lomba panjat pinang pake juara-juara'an. Peace girlsssshhh
Antara cinta dan benci hanya 'segini' tipisnya. Kayak Martabak Tipker (Tipis Kering) pake coklat, keju...
semoga udah ga terlalu sedih lagi. 40 harian tahlilan mama mu tentu udah berlalu.
Malaikat juga tau, Allah pun yang menyanyangi bunda mu juga tau.
-begin: OOT-
jadi teringat dulu waktu kecil. orang tuaku sibuk bekerja. hanya aku dan adek kecilku mencoba memahami hidup. hingga aku diikutkan lomba pidato oleh sekolah. mungkin ini kesempatan untuk membuat mereka bangga dan memberikan waktunya untuk kami.
aku pun belajar berpidato setiap hari. buku2 kumpulan orasi bung tomo dan bung karno aku baca. meski tak tau maksudnya. kadang kala berdua bersepeda ke rumah guru untuk sekedar mendengar versi audionya.
akhirnya aku menang. juara pertama. adekku meloncat gembira. ini saatnya. tapi piala yang didapat tak dapat kubawa pulang. harus ditinggal di sekolah. maklum kami tak punya uang untuk membuat tiruannya.
kami pun melangkah gontai. sekadar cerita tak akan membuat mereka bangga. dan kami hanya diam. dan kami tak pernah bersama mereka.
hingga suatu hari. aku dan adekku diajak makan diluar. syukuran atas kemenanganku. begitu kata mereka. ah, ternyata...
-end: OOT-
cinta itu seperti perjuangan tanpa medan laga. tak ada yang menang. tak ada yang kalah. yang pasti berakhir bahagia, tinggal kita melihat dari sisi mana :D
Post a Comment